Kalau dulu liburan identik dengan itinerary padat dan mengejar destinasi viral, kini semakin banyak traveler justru mencari liburan yang lebih tenang, personal, dan jauh dari keramaian. Tidak harus pergi ke tempat terpencil. Tidak juga harus menghabiskan waktu sendirian. Inilah yang dikenal sebagai quiet travel, gaya perjalanan yang memberi kamu lebih banyak ruang untuk menikmati sebuah tempat tanpa terburu-buru.
Quiet travel adalah cara bepergian dengan ritme yang lebih santai. Kamu tidak perlu mengejar sebanyak mungkin destinasi dalam satu perjalanan. Cukup pilih beberapa tempat yang benar-benar ingin dinikmati, lalu sisakan waktu untuk berjalan santai, menikmati makanan lokal, atau sekadar beristirahat. Tren ini juga dekat dengan istilah JOMO atau Joy of Missing Out, ketika kamu merasa nyaman melewatkan tempat atau aktivitas yang sedang ramai demi pengalaman yang lebih personal.
Jadi, quiet travel bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Kamu tetap bisa eksplorasi, hanya saja tanpa merasa harus mengejar semuanya.
Rutinitas sehari-hari sudah cukup ramai. Notifikasi, pekerjaan, media sosial, sampai itinerary liburan yang terlalu penuh bisa membuat perjalanan terasa seperti tugas berikutnya. Karena itu, liburan tanpa keramaian mulai terasa lebih menarik.
Daripada berpindah tempat setiap beberapa jam, kamu bisa menikmati sarapan lebih lama. Daripada mengejar lima destinasi dalam sehari, kamu bisa memilih satu. Bahkan satu sore tanpa agenda pun bisa menjadi bagian terbaik dari perjalanan.
Konsep ini juga beririsan dengan tren slow travel, digital detox, dan wellness getaway yang sama-sama menempatkan pengalaman dan waktu personal sebagai bagian penting dari perjalanan. Kamu bahkan bisa saja mengunjungi Ubud hanya untuk mengikuti kelas Yoga, ke pantai hanya untuk mengincar sunsetnya, merencanakan perjalanan ke Bandung hanya untuk menikmati satu kuliner yang diinginkan, atau memesan tiket ke Malang hanya untuk menikmati pemandangan alamnya.

Yogyakarta punya banyak sisi yang bisa dinikmati dengan ritme pelan. Kamu bisa berjalan pagi di Kotagede, menikmati kawasan kota lama, melihat kerajinan lokal, atau mengarah ke Prambanan untuk menikmati suasana candi dan lanskap sekitarnya. Untuk quiet travel di Yogyakarta, datang lebih pagi dan tidak memasukkan terlalu banyak destinasi dalam sehari bisa membuat pengalaman terasa jauh lebih santai.

Setelah eksplorasi, kamu bisa memilih penginapan yang dekat dengan itinerary. Townhouse Oak Pancanaka Malioboro Hotel bisa dipertimbangkan untuk area Malioboro, atau Collection O near Tugu Jogja formerly Omah Duwet sementara Hotel O Prambanan Near Prambanan Temple cocok untuk kamu yang ingin lebih dekat dengan kawasan Prambanan.
Kalau quiet travel versimu adalah udara dingin, pepohonan, dan suasana pegunungan, Batu dan Malang bisa jadi pilihan. Nikmati pagi dengan berjalan santai, mencari tempat dengan pemandangan hijau, atau sekadar menghabiskan waktu di penginapan tanpa itinerary padat.
Untuk akomodasi, kamu bisa mempertimbangkan Collection O Bwalk Hotel Malang atau Townhouse Oak Malang.
Di sini, tidak ada salahnya menjadikan waktu istirahat sebagai bagian dari perjalanan.

Bandung mungkin identik dengan wisata kuliner dan tempat viral. Namun, kamu tetap bisa menikmati quiet travel di Bandung dengan cara yang berbeda. Pilih satu kawasan untuk dijelajahi, nikmati makan siang tanpa terburu-buru, lalu habiskan sore di tempat yang lebih tenang. Kalau ingin suasana lebih sejuk, kamu juga bisa keluar dari pusat kota menuju kawasan Bandung Raya.

Untuk tempat menginap, Townhouse Oak Pasar Baru Heritage bisa menjadi pilihan dekat pusat kota. Townhouse Oak Casa D’Ladera Bandung atau Palette Hotel Pondokan Tjiburial juga bisa dipertimbangkan di kawasan Dago.
Untuk quiet getaway yang lebih immersive, Ubud menawarkan kombinasi alam, wellness, budaya, dan suasana yang cocok untuk memperlambat ritme. Bangun pagi, berjalan di sekitar persawahan, menikmati kopi, mencoba makanan lokal, atau menghabiskan beberapa jam tanpa berpindah tempat. Kamu juga bisa menyisihkan satu hari untuk yoga, spa, atau sekadar membaca buku di penginapan.

Di Ubud, Belvilla The Cemok Cottage atau Belvilla near Manuaba Waterfall formerly The Puriana Mantun bisa menjadi salah satu pilihan akomodasi untuk perjalanan yang lebih santai.
Quiet travel bukan berarti harus menghindari orang atau mencari tempat yang benar-benar kosong. Kamu tetap bisa pergi bersama pasangan, keluarga, atau teman. Yang berubah adalah ritmenya.
Tinggal lebih lama di satu tempat. Mengurangi jumlah destinasi. Membiarkan satu sore kosong. Atau memilih hotel yang dekat dengan tempat yang ingin kamu eksplorasi agar tidak terlalu banyak waktu habis di jalan.
Karena dalam quiet travel, waktu kosong bukan waktu yang terbuang.
Pada akhirnya, quiet travel bukan tentang menemukan destinasi yang paling sepi. Ini tentang memberi dirimu ruang untuk menikmati perjalanan dengan cara yang lebih nyaman.
Kamu tidak harus mengikuti semua tempat viral atau memenuhi itinerary sampai penuh. Kadang, satu tempat yang dinikmati dengan santai justru lebih berkesan daripada lima destinasi yang hanya sempat kamu datangi sebentar.
Kalau sudah siap mencoba quiet getaway versimu, OYO punya berbagai pilihan akomodasi, dari yang praktis dan terjangkau hingga pilihan yang lebih premium. Mulai dari Yogyakarta, Batu, Bandung, hingga Ubud, kamu bisa memilih hotel berdasarkan lokasi, fasilitas, dan budget perjalananmu.
Cek aplikasi OYO dan temukan tempat menginap yang sesuai dengan ritmemu. Karena mungkin, liburan berikutnya tidak perlu lebih ramai. Kamu hanya perlu lebih banyak waktu untuk menikmatinya.
Please go back to portrait mode for the best experience
Comments are closed here.