Kalau mendengar nama Nusa Penida, mungkin yang langsung terbayang adalah tebing Kelingking, air laut biru, dan perjalanan singkat dari Bali.
Selama ini, Nusa Penida memang sering menjadi bagian dari itinerary one-day trip. Berangkat pagi dari Bali, mengunjungi beberapa spot populer, lalu kembali sebelum hari berakhir.
Padahal, ada alasan untuk tidak terburu-buru meninggalkan pulau ini. Nusa Penida memiliki banyak hal untuk dinikmati, mulai dari pantai dan pemandangan tebing, kehidupan bawah laut, kuliner lokal, hingga suasana pulau yang terasa berbeda ketika kamu punya waktu untuk menjelajahinya dengan lebih santai.
Jadi, kalau punya kesempatan, kenapa tidak mencoba tinggal lebih lama di Nusa Penida?

(Nusa Penida, Source Tribratanews Polri)
Nusa Penida bukan pulau yang bisa benar-benar selesai dijelajahi dalam beberapa jam. Jarak antar destinasi, kondisi jalan, dan banyaknya tempat menarik membuat itinerary one-day trip sering kali terasa cukup padat. Kamu mungkin berhasil mengunjungi beberapa spot ikonik, tetapi belum tentu punya waktu untuk benar-benar menikmati setiap tempat.
Dengan tinggal dua atau tiga malam, kamu bisa mengatur perjalanan dengan ritme yang lebih nyaman. Tidak perlu terburu-buru mengejar kapal kembali ke Bali. Tidak perlu memilih antara menikmati pantai atau mencoba aktivitas laut. Dan yang paling penting, kamu punya waktu untuk melihat sisi Nusa Penida yang mungkin terlewat oleh wisatawan yang hanya datang sehari.

(Broken Beach Nusa Penida, Source Detik.com)
Sisi barat Nusa Penida menjadi salah satu kawasan yang paling populer di kalangan wisatawan.
Kamu bisa memulai perjalanan dari Kelingking Beach, dengan pemandangan tebing berbentuk ikonik yang menghadap langsung ke laut. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Broken Beach dan Angel’s Billabong, dua destinasi yang juga menjadi favorit wisatawan.
Namun, jangan merasa harus menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat. Luangkan waktu untuk menikmati pemandangan, mengambil foto, atau sekadar berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Menjelang sore, kamu bisa mencari tempat untuk menikmati matahari terbenam. Hari pertama tidak perlu diisi terlalu banyak aktivitas—biarkan perjalanan dimulai dengan ritme yang santai.

(Atuh Beach Nusa Penida, Source Love Bali)
Setelah menikmati bagian barat, saatnya melihat sisi lain Nusa Penida. Kawasan timur menawarkan pemandangan yang berbeda, dengan destinasi seperti Diamond Beach dan Atuh Beach yang terkenal dengan pasir putih, tebing, dan laut biru yang luas.
Perjalanan ke sisi timur juga menjadi alasan lain mengapa Nusa Penida lebih nyaman dinikmati selama beberapa hari. Daripada mencoba menggabungkan seluruh pulau dalam satu hari, kamu bisa membagi perjalanan berdasarkan kawasan. Dengan begitu, waktu perjalanan menjadi lebih efisien dan kamu memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmati setiap tempat.

(Manta Ray Nusa Penida, Source MyBali Trips)
Nusa Penida bukan hanya tentang pemandangan dari atas tebing.
Pulau ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi populer untuk menikmati wisata bahari. Snorkeling dan diving menjadi aktivitas yang bisa melengkapi perjalanan, terutama bagi kamu yang ingin melihat kehidupan laut dari dekat. Salah satu pengalaman yang banyak dicari wisatawan adalah kesempatan melihat manta ray di perairan sekitar Nusa Penida. Aktivitas laut seperti ini juga menjadi alasan mengapa perjalanan satu hari terkadang terasa kurang. Dengan tinggal lebih lama, kamu bisa menyediakan satu hari khusus untuk menikmati laut tanpa harus mengorbankan destinasi lainnya.

(Warung di Nusa Penida, Source Tripadvisor)
Ada sisi lain Nusa Penida yang tidak selalu muncul dalam itinerary wisatawan. Setelah puas mengunjungi pantai dan tebing, coba luangkan waktu untuk menikmati suasana lokal. Berhenti di warung untuk mencoba makanan khas, berbincang dengan masyarakat setempat, atau sekadar menikmati perjalanan melewati desa-desa di pulau ini.
Justru momen-momen sederhana seperti ini yang sering membuat sebuah perjalanan terasa lebih personal. Kamu tidak harus selalu mencari destinasi berikutnya. Terkadang, menikmati kopi sambil melihat suasana sekitar sudah cukup untuk membuat perjalanan terasa berbeda.
Kalau kamu punya waktu tiga hari, itinerary-nya bisa dibuat sederhana:
Tentu saja, itenerari ini bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca, pilihan aktivitas, dan tempo perjalanan yang kamu inginkan. Yang terpenting, jangan mencoba memasukkan terlalu banyak tempat hanya karena ingin “menyelesaikan” Nusa Penida.
Salah satu keuntungan tinggal lebih lama adalah kamu tidak perlu menyesuaikan seluruh perjalanan dengan jadwal pulang-pergi dari Bali.
Nusa Penida kini juga memiliki semakin banyak pilihan akomodasi untuk wisatawan yang ingin tinggal lebih lama. Berikut rekomendasi properti OYO di Nusa Penida

(Room di Belvilla Bakung Cozy Cottage)
Townhouse Oak Favorit Bungalows

(Room di Townhouse Oak Favorit Bungalows)
Townhouse Oak Hotel Grand Puri

(Room di Townhouse Oak Hotel Grand Puri)
Dengan menginap di pulau, kamu bisa memulai aktivitas lebih pagi, menghabiskan lebih banyak waktu di destinasi, dan menikmati suasana Nusa Penida setelah sebagian wisatawan harian kembali ke Bali. Pada akhirnya, akomodasi bukan hanya tempat untuk tidur. Memilih untuk tinggal di destinasi juga memberi kamu lebih banyak waktu untuk benar-benar mengenal tempat tersebut.
Kalau tujuanmu hanya mengunjungi beberapa spot ikonik, one-day trip mungkin cukup. Namun, kalau ingin menikmati pantai, pemandangan, aktivitas laut, kuliner, dan suasana lokal tanpa terburu-buru, dua hingga tiga malam bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih lengkap. Karena Nusa Penida bukan hanya tentang seberapa banyak tempat yang bisa kamu kunjungi dalam sehari.

(Enjoy Nusa Penida, Source Tripadvisor)
Jadi, ketika merencanakan perjalanan berikutnya ke Bali, mungkin Nusa Penida tidak perlu lagi hanya menjadi perjalanan sehari. Sisakan beberapa malam, perlambat ritmemu, dan biarkan pulau ini menunjukkan sisi lain yang mungkin tidak sempat kamu lihat dalam one-day trip. Buka aplikasi OYO sekarang dan mulai rencanakan petualanganmu menjelajahi Nusa Penida!
Please go back to portrait mode for the best experience
Comments are closed here.