Setiap bulan Agustus, suasana Indonesia berubah menjadi lebih meriah. Bendera merah putih mulai menghiasi jalanan, berbagai perlombaan digelar, dan semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI terasa di mana-mana. Indonesia punya banyak destinasi yang menjadi saksi perjalanan menuju kemerdekaan hingga perjuangan mempertahankannya. Dari Jakarta, Karawang, Surabaya, sampai Yogyakarta, berikut beberapa tempat bersejarah yang bisa kamu masukkan ke itinerary liburan kemerdekaan.
Berada di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Tugu Proklamasi berdiri di kawasan yang dahulu merupakan kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Di sinilah Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 bersama Mohammad Hatta.
Kini, kawasan tersebut menjadi ruang terbuka dengan sejumlah monumen, termasuk Tugu Petir dan patung Soekarno-Hatta. Lokasinya yang berada di pusat Jakarta membuat Tugu Proklamasi mudah dijangkau sekaligus cocok menjadi titik awal perjalanan sejarahmu.

Sehari sebelum Proklamasi, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa oleh kelompok pemuda ke Rengasdengklok, Karawang. Peristiwa ini terjadi karena para pemuda ingin memastikan Proklamasi segera dilakukan tanpa pengaruh Jepang. Rumah milik Djiaw Kie Siong yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Rengasdengklok Utara, kemudian dikenal sebagai Rumah Sejarah Rengasdengklok. Di dalamnya masih tersimpan berbagai memorabilia dan dokumentasi mengenai peristiwa tersebut.
Dari Jakarta, tempat ini bisa dicapai dengan kendaraan melalui perjalanan darat dan cocok dijadikan destinasi sehari saat menjelajahi Karawang.

Masih di kawasan Menteng, tepatnya Jalan Imam Bonjol No. 1, terdapat Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Bangunan ini dulunya merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda, perwira Angkatan Laut Jepang yang memberikan tempat bagi para tokoh Indonesia untuk merumuskan naskah Proklamasi.
Pada malam 16 hingga dini hari 17 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo dan sejumlah tokoh lainnya berkumpul di rumah ini untuk menyusun naskah Proklamasi.
Kini, museum tersebut menghadirkan koleksi dan rekonstruksi yang membantu pengunjung memahami proses di balik lahirnya teks Proklamasi. Destinasi ini juga bisa kamu gabungkan dengan Tugu Proklamasi dan Museum Joang 45 dalam satu rute wisata sejarah Jakarta.

Perjalanan sejarah kemerdekaan berlanjut ke Surabaya. Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan No. 65, yang dahulu dikenal sebagai Hotel Yamato, menjadi saksi salah satu peristiwa ikonik perjuangan rakyat Surabaya.
Pada 19 September 1945, pemuda Indonesia menaiki bangunan hotel setelah bendera Belanda dikibarkan di sana. Mereka kemudian merobek bagian biru dari bendera tersebut hingga menyisakan warna merah dan putih.
Kini, Hotel Majapahit masih beroperasi sebagai hotel dan mempertahankan karakter bangunan kolonialnya. Kamu bisa mengunjunginya sekaligus menikmati kawasan Jalan Tunjungan yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Surabaya. Setelah itu, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Museum Sepuluh Nopember di kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi, dokumentasi, dan diorama tentang Pertempuran 10 November 1945. Di sini, kamu bisa memahami bagaimana perjuangan rakyat Surabaya berlanjut setelah Proklamasi. Penyajian sejarah yang dilengkapi diorama dan dokumentasi membuat museum ini menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.

Yogyakarta punya peran penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia. Setelah pemerintah memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta, Yogyakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia pada 1946.
Gedung Agung di kawasan Malioboro kemudian menjadi kediaman resmi Presiden Soekarno. Selama periode tersebut, bangunan ini menjadi salah satu pusat penting pemerintahan Republik. Lokasinya berada di kawasan strategis dekat Malioboro, tetapi karena masih merupakan kompleks Istana Kepresidenan, akses ke dalam bangunan mengikuti aturan dan jadwal kunjungan tertentu.

Kalau ingin melihat cerita tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan, lanjutkan perjalanan ke Monumen Yogya Kembali atau Monjali di Sleman. Monumen ini dibangun untuk mengenang kembalinya Yogyakarta ke pangkuan Republik Indonesia pada 29 Juni 1949 setelah pendudukan Belanda. Bangunannya berbentuk kerucut dengan tiga lantai dan menyimpan diorama, foto, dokumen, serta berbagai koleksi perjuangan. Monjali menjadi pilihan menarik untuk wisata sejarah bersama keluarga karena penyajiannya cukup visual dan edukatif. Jam operasional dan harga tiket dapat berubah, jadi pastikan mengecek informasi terbaru sebelum datang.

Merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia tidak harus selalu dengan mengikuti lomba atau upacara. Kamu juga bisa mengisinya dengan mengunjungi tempat-tempat yang menyimpan cerita tentang lahir dan bertahannya Republik Indonesia.
Mulai dari jejak Proklamasi di Jakarta, kisah Rengasdengklok di Karawang, keberanian arek-arek Surabaya, hingga perjuangan mempertahankan Yogyakarta, setiap destinasi menawarkan cerita yang membuat perjalanan terasa lebih bermakna.
Supaya perjalananmu semakin nyaman, siapkan juga akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan. OYO menyediakan beragam pilihan properti, mulai dari hotel dengan fasilitas premium hingga penginapan yang lebih ramah budget, sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan gaya perjalananmu. Kamu bisa menginap di rekomendasi properti berikut:
• Super OYO Townhouse 2 Hotel Gunung Sahari
• Super OYO Townhouse 1 Hotel Salemba
• Sunday Hotel Antero Jababeka
• Collection O 30 Amega Crown Sub Surabaya
• Townhouse Oak Pancanaka Malioboro Hotel

Untuk perjalanan di Jakarta, Surabaya, maupun Yogyakarta, kamu bisa mengecek berbagai pilihan properti OYO sesuai lokasi dan tanggal menginap. Buka aplikasi OYO sekarang dan temukan hotel yang pas untuk menemani petualanganmu merayakan kemerdekaan Indonesia.
Please go back to portrait mode for the best experience
Comments are closed here.