Near me
Sun, 27 SepMon, 28 Sep
1 Room, 1 Guest
Login / Signup

Hotel di Tanjung Balai

Map View
40% Discount on booking. Valid until 30th Jul 2021.
OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai
OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai
OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai
OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai
OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai

OYO 1140 Hotel Tresya Tanjung Balai

Near Datuk Bandar, Tanjung Balai· 5.1 km
4.6 (398 Ratings)·Excellent
Reception
Intercom
Garden/Backyard
+ 44 more
Indonesia Standard Double
Rp199980Rp33330040% off
per room per night
Log in now to unlock exclusive deals
Enjoy up to 15% extra discount on your bookings
Login

Tanjungbalai

Tanjungbalai merupakan kota kecil di pesisir timur Sumatera Utara dengan luas wilayah 60,52 kilometer persegi dan penduduknya berjumlah 154.445 jiwa. Sebelumnya, Tanjungbalai hanya seluas 199 hektar, kemudian diperluas menjadi 60,52 km2 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1987. 

Kota Tanjungbalai terletak di tepi Sungai Asahan, yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera Utara. Asal-usul nama Tanjung Balai bermula dari sebuah balai yang terdapat di sekitar ujung tanjung di muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan. Semakin lama, balai tersebut ramai dikunjungi karena letaknya strategis sebagai tempat melintas bagi orang yang ingin berpergian ke hulu Sungai Silau dan Sungai Asahan. Hingga akhirnya, tempat itu diberi nama Kampung Tanjung dan orang sering menyebutnya Balai di Tanjung. 

Hari jadi Kota Tanjungbalai disamakan dengan hari mangkatnya Sultan Kerajaan Aceh, Sultan Iskandar Muda, pada tanggal 27 Desember. Kota Tanjungbalai diresmikan pada tahun 1620. Pada zaman penjajahan Belanda, pertumbuhan dan perkembangan Kota Tanjungbalai semakin meningkat dan strategis. 

Kota Tanjung Balai terdiri dari enam kecamatan dengan rata-rata lima kelurahan di setiap kecamatannya. Di antaranya, kecamatan Datuk Bandar, Datuk Bandar Timur, Tanjung Balai Selatan, Tanjung Balai Utara, Sei Tualang Raso, dan Teluk Nibung.

Mayoritas penduduk Kota Tanjungbalai adalah beragama Islam, dan juga dihuni oleh umat agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Penduduk Kota Tanjungbalai secara umum terdiri dari Suku Batak, Jawa, Melayu, Minang, dan Aceh. Namun suku asli Tanjungbalai adalah berasal dari Suku Melayu.

Area Populer di Kota Tanjungbalai

Lapangan Sultan Abdul Djalil

Tanjungbalai memiliki Lapangan Sultan Abdul Djalil yang sering digunakan sebagai tempat untuk mengadakan event-event besar di Tanjungbalai. Sebelumnya, lapangan ini hanya sebatas lapangan biasa yang bisa dibilang kurang terawat jika digunakan untuk mengadakan event besar. Hingga akhirnya direnovasi. Penamaan tempat ini berasal dari nama Sultan pertama Asahan, yaitu Raja Abdul Jalil, yang merupakan Putra dari Sultan Iskandar Muda.

Lapangan Sultan Abdul Djalil diresmikan Walikota Tanjungbalai, H.M Syahrial SH., MH, pada tanggal 6 Januari 2020, dengan tujuan untuk memberikan keindahan dan kenyamanan bagi warga Tanjungbalai sebagai tempat baru untuk berkumpul, bersosialisasi, hingga rekreasi bersama keluarga. 

Lapangan Sultan Abdul Djalil kini sudah dilengkapi dengan fasilitas jogging track dan taman untuk bersantai. Rencananya, pada tahun 2021 akan ditambahkan fasilitas bungalow agar lebih menarik untuk dikunjungi oleh warga dan wisatawan.

Istana Asahan

Istana Asahan merupakan kediaman dari Sultan Asahan. Kesultanan Asahan berdiri pada tahun 1630 di kawasan yang kini menjadi Kota Tanjungbalai. Tak hanya di Tanjung Balai saja, Kesultanan Asahan juga melingkupi Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Istana ini dibuat tahun 1888 pada masa pemerintahan Sultan Ahmadsyah, bersamaan dengan pembangunan Masjid Raya Sultan Ahmadsyah Tanjung Balai. Namun, pada tahun 1970 Istana Asahan dirobohkan, akibat ke pemilikan tanah Istana Asahan dilelang kepada pihak swasta.

Akhirnya replika Istana Asahan dibangun dan diresmikan langsung oleh Sultan Asahan pada tahun 2010, dengan tujuan untuk mengenang kebesaran budaya dan adat Melayu di masa lampau. Diharapkan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata di Tanjungbalai dan menjadi tempat mengenal budaya Melayu. 

Landmark di Kota Tanjungbalai

Sungai Asahan

Sungai Asahan adalah sungai terpanjang di Provinsi Sumatera Utara yang mengalir sepanjang 147 kilometer. Aliran sungai berasal dari Danau Toba, melewati Porsea di Kabupaten Toba Samosir, hingga berakhir di Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai. Derasnya aliran sungai membuat sungai ini disebut sebagai sungai terbaik ketiga untuk kegiatan arung jeram.

Nama Sungai Asahan berasal dari nama Kesultanan Asahan yang berasal dari Tanjung Balai. Sungai Asahan menjadi sungai utama di daerah aliran sungai (DAS) Asahan, dan mengalir ke enam anak sungai, di antaranya Sungai Silau, Sungai Masihi, Sungai Lauran, Sungai Baru, Sungai Tarum, dan Sungai Nantalu. 

Air Sungai Asahan dimanfaatkan pula untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) karena arusnya yang sangat deras. Selain itu, Sungai Asahan yang sangat lebar dan bisa dilalui oleh kapal, sehingga dibuatlah Pelabuhan Tanjung Balai sebagai penghubung antara Indonesia dan Malaysia. Pelabuhan tersebut dibangun pada tahun 1950, dan pada tahun 1970 digunakan sebagai pelabuhan transit. Hingga pada tahun 1980 Pelabuhan Tanjung Balai melayani penyeberangan kapal ferry.

Jembatan Tabayang

Selain sungai terpanjang, Tanjungbalai memiliki jembatan terpanjang di Sumatera Utara yang membentang sepanjang 600 meter. Jembatan Tabayang namanya. Jembatan ini menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Kecamatan Sei Kapayang, Kabupaten Asahan yang dipisahkan oleh Sungai Asahan. 

Jembatan Tabayang baru diresmikan pada tahun 2008 sebagai akses dari dan ke Tanjungbalai. Tempat ini sering dijadikan sebagai tempat untuk bersantai oleh anak muda di Tanjungbalai. Menyaksikan matahari terbenam jadi bagian paling disukai di sini. Ditambah lagi, pemandangan pulau-pulau kecil yang berjajar di aliran Sungai Asahan yang memesona. 

Tempat Wisata di Kota Tanjungbalai

Nego Land Water Park

Seperti daerah lain di Indonesia, Tanjungbalai juga memiliki arena permainan air. Nego Land Water Park adalah salah satunya. Berlokasi di Jl. Jendral Sudirman, Sijambi, Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Nego Land Water Park selalu ramai dikunjungi, terutama saat libur akhir pekan. Di sini tersedia kolam renang dengan berbagai ukuran yang dilengkapi dengan permainan seru seperti seluncur dan kolam anak.

Pulau Besusen

Pulau Besusen atau dikenal pula dengan Pulau Beswesen adalah tempat wisata air yang menjadi primadona di Tanjungbalai. Pulau Besusen merupakan pulau kecil yang aliran airnya berasal dari Sungai Asahan dan masuk ke dalam wilayah Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai. Pulau seluas 25 hektar ini baru dijadikan sebagai tempat wisata pada tahun 2017 lalu. Fasilitas wisata pun sudah lengkap dan semakin menarik untuk dikunjungi. Hingga kini, Pulau Besusen menjadi salah satu destinasi untuk liburan. 

Vihara Tri Ratna

Vihara Tri Ratna menjadi satu-satunya vihara di Kota Tanjungbalai dan mampu menampung lebih dari 2000 jemaat. Dibangun pada tahun 1984, Vihara Tri Ratna diresmikan dan mulai digunakan untuk beribadah pada bulan November 1984. Arsitektur vihara ini cukup sederhana, dan sudah mengalami pemugaran pada tahun 2006. Awal mulanya, Vihara Tri Ratna hanya berjumlah dua lantai, tapi kini sudah dibangun hingga enam lantai. Terletak di Jl. Asahan, Indra Sakti, Kota Tanjungbalai, Vihara Tri Ratna masih satu kawasan dengan Kelenteng Dewi Samudera.

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah merupakan masjid peninggalan Kesultanan Asahan yang dibangun pada tahun 1884. Masjid raya ini dibangun sesuai dengan perintah Sultan Ahmadsyah, maka dari itu diberi nama Masjid Raya Sultan Ahmadsyah. Hal unik dari masjid ini adalah cara pembangunannya yang tidak menggunakan semen, melainkan menggunakan pasir, tanah liat, dan batu bata. Masjid Raya Sultan Ahmadsyah dibuat dengan konsep bangunan melayu dengan bentuk bangunan persegi panjang dan terdapat ukiran pucuk rebung pada pinggir atapnya.

Kuliner di Kota Tanjungbalai

Bubur Pedas

Jika di Jawa bubur rasanya manis atau asin, berbeda dengan bubur khas Tanjungbalai yang dipadukan dengan bumbu rempah khas Melayu. Bubur Pedas namanya. Bubur ini memiliki rasa yang lezat, unik, dan gurih. Bumbu yang sering digunakan untuk membuat Bubur Pedas adalah ketumbar, pala, merica, kayu manis, jinten, cengkeh, kapulaga, bunga lawang, dan temu kunci. Bumbu Pedas biasanya disandingkan dengan sayur, seafood, daging sapi, ataupun ayam.

Roti Jala

Roti Jala atau disebut juga Roti Kirai adalah roti khas Melayu. Roti Jala biasanya dihidangkan dengan kuah kari yang gurih dan lezat. Tak seperti roti pada umumnya, Roti Jala memiliki bentuk fisik berwarna kuning, berbentuk segitiga atau persegi panjang. Rasa dan bentuknya yang unik sangat disukai oleh berbagai kalangan. 

Mie Siam Kuning

Mie Siam Kuning adalah salah satu makanan khas Tanjungbalai dengan citarasa yang lezat. Terbuat dari bahan mie kuning, Mie Siam dicampurkan dengan udang, tauge, tahu putih, serta mentimun. Bumbunya terbuat dari bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan kemiri. Sebagai pelengkap, biasanya Mie Siam Kuning juga ditambahkan telur rebus.

Kerang Rebus

Terletak di sisi timur Pulau Sumatera, Tanjungbalai memiliki aneka ragam olahan makanan laut. Salah satunya Kerang. Di sini, kerang diolah dengan cara direbut dan dilengkapi dengan sambal dengan rasa yang khas. Tanjungbalai sering disebut juga sebagai “Kota Kerang” karena jenis kerang yang dihasilkan sangat banyak dan rasanya lezat, bahkan sudah dikenal di luar negeri. Di Tanjungbalai sendiri, ada pula Pesta Kerang yang sudah menjadi tradisi turun temurun. 

Restoran di Kota Tanjungbalai

Cap Go Can Tanjungbalai

Cap Go Can adalah salah satu restoran seafood di Tanjungbalai yang wajib disinggahi. Menyediakan berbagai menu makanan laut yang diolah dengan bumbu rempah khas Melayu, membuat rumah makan ini selalu ramai dikunjungi. Bumbu asam manis menjadi salah satu yang paling disukai. Beragam seafood lezat ini bisa dinikmati di Jl. Veteran, Tanjungbalai Kota, Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Rumah Makan Gule Masam Gaok

Jalan-jalan ke Tanjung Balai tak lengkap jika tidak mampir ke Rumah Makan Gule Masam Gaok. Rumah makan yang terkenal di Tanjungbalai ini menyediakan ragam menu gule yang gurih dan lezat. Salah satu menu paling disukai pengunjung adalah gulai asam kepala ikan. Bagi pecinta ikan, bisa datang langsung dan mencoba olahan ikan yang lezat ke Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibungm Sei Merbau, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Mie Pangsit Pak Uban

Mie selalu menjadi incaran bagi para wisatawan jika berkunjung ke satu tempat. Di Tanjungbalai, terdapat rumah makan mie pangsit yang terkenal dengan rasanya yang lezat. Namanya, Mie Pangsit Pak Uban. Terletak di Tanjungbalai Kota II, Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Mie Pangsit Pak Uban hanya melayani pelanggan hingga jam 17.00 WIB saja, jadi jangan sampai kehabisan mie pangsit terenak di Tanjungbalai ini.

Pusat Perbelanjaan di Kota Tanjungbalai

Meylin Market

Belanja tentu menjadi aktivitas yang disukai oleh sebagian besar kaum perempuan. Jika berkunjung ke Kota Tanjungbalai, dan membutuhkan keperluan seperti pakaian, bisa kunjungi Meylin Market yang terletak di Jl. Letjen. Suprapto, Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Pusat Pasar Ikan

Menyandang julukan Kota Kerang, Tanjung Balai tentu memiliki pasar ikan yang menyediakan beraneka macam makanan laut yang masih segar dari tangkapan nelayan. Pusat Pasar Ikan selalu ramai dikunjungi masyarakat dari dalam dan luar Kota Tanjungbalai. Pasar ini terletak di Indra Sakti, Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai. 

 

Read MoreRead Less