Bali memang layak untuk disebut Pulau Dewata. Menjadi rumah bagi Pantai Kelingking di Nusa Penida, menyuguhkan pemandangan yang dicintai oleh dunia. Pantai Kelingking adalah salah satu yang berbeda. Begitu kamu tiba di ujung tebingnya, ada rasa takjub yang sulit dijelaskan. Laut biru terbentang luas, tebing dramatis menjulang, dan di hadapanmu terbentuk siluet yang begitu ikonik hingga dikenal dunia.
Masuk dalam daftar Best Beaches in the World 2026 versi Tripadvisor Travelers’ Choice Awards, Pantai Kelingking bukan hanya soal visual yang memukau. Tempat ini menawarkan pengalaman yang harus kamu rasakan sendiri, langkah demi langkah.
Perjalanan ke sini memang butuh usaha. Dari Bali daratan, kamu harus menyeberang ke Nusa Penida, lalu melanjutkan perjalanan darat yang cukup menantang. Tapi begitu sampai, semua terasa sepadan!
Hal pertama yang hampir semua orang lakukan di sini adalah berhenti. Bukan karena lelah, tapi karena pemandangannya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Dari atas tebing, kamu bisa melihat formasi batu kapur yang menyerupai kepala T-Rex. Laut di bawahnya berwarna biru berlapis, dari yang gelap hingga turquoise jernih. Angin berhembus cukup kencang, membawa aroma laut yang khas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4704768/original/097789000_1704253871-shutterstock_2328147155.jpg)
Di titik ini, kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Cukup berdiri, duduk, atau bersandar, dan biarkan pemandangan bekerja dengan caranya sendiri.
Setelah menikmati suasana, biasanya kamu akan tergoda untuk mengabadikannya. Dan memang, Pantai Kelingking adalah salah satu spot foto paling ikonik di dunia.
Namun ada satu hal yang perlu kamu siapkan: antrean. Di waktu tertentu, kamu mungkin harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan giliran di spot terbaik. Alih-alih merasa terganggu, banyak orang justru menikmati momen ini. Karena sambil menunggu, kamu punya waktu lebih untuk benar-benar melihat detail lanskap di sekitarmu.
Kalau kamu ingin pengalaman yang lebih dalam, turun ke pantai adalah langkah berikutnya. Tapi ini bukan jalur biasa.
Tangga curam dengan kemiringan tajam akan menguji stamina dan fokusmu. Kamu harus berpegangan, melangkah hati-hati, dan sesekali berhenti untuk menarik napas. Namun justru di perjalanan ini, kamu akan menemukan sisi lain dari Pantai Kelingking. Setiap sudut memberikan perspektif baru yang tidak bisa kamu lihat dari atas. Sekitar 20 hingga 30 menit kemudian, kamu akan sampai di bawah. Dan di sinilah rasanya seperti menemukan dunia yang berbeda.


Di bawah, suasananya jauh lebih tenang. Tidak seramai area atas tebing. Pasir putih membentang, dan suara ombak terdengar lebih nyata. Kamu bisa berjalan santai di sepanjang pantai, duduk menikmati angin laut, atau sekadar membiarkan kaki menyentuh air. Ombaknya memang cukup kuat, jadi lebih aman untuk bermain di tepi saja.
Banyak orang merasa bahwa momen terbaik justru ada di sini. Saat tidak ada distraksi, tidak ada sinyal kuat, dan kamu benar-benar hadir di tempat itu.
Pantai Kelingking sering jadi pintu masuk untuk eksplorasi Nusa Penida yang lebih luas. Setelah puas di sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke spot lain yang tidak kalah menarik.
Angel’s Billabong menawarkan kolam alami dengan air jernih di tepi laut. Broken Beach menghadirkan lengkungan batu karang yang unik dan fotogenik. Kalau kamu ingin pengalaman yang lebih berbeda, kamu juga bisa mencoba diving di Manta Point untuk melihat pari manta dari dekat.
Dengan jarak yang relatif dekat antar lokasi, kamu bisa menyusun itinerary satu hari yang penuh pengalaman tanpa harus berpindah terlalu jauh.

Datang ke Pantai Kelingking juga soal timing. Kalau kamu ingin suasana lebih sepi, datanglah pagi hari. Tapi jika kamu mengejar cahaya terbaik, sore menjelang sunset adalah waktu yang paling ideal. Kalau berencana turun ke pantai, pastikan kondisi fisik cukup fit dan gunakan alas kaki yang nyaman. Jangan terburu-buru, karena perjalanan ini memang lebih tentang proses daripada tujuan.
Di balik popularitasnya, Pantai Kelingking tetap mempertahankan keasriannya. Masyarakat lokal punya peran besar dalam hal ini. Bahkan, rencana pembangunan lift kaca sempat ditolak demi menjaga lanskap alami yang sudah menjadi identitas tempat ini. Hal inilah yang membuat Pantai Kelingking tetap terasa autentik. Tidak berlebihan, tidak terlalu modern, tapi justru itulah yang membuatnya istimewa.
Setelah hari yang penuh eksplorasi, kamu pasti butuh tempat untuk beristirahat. Di Bali, ada banyak pilihan penginapan dari OYO yang bisa kamu sesuaikan dengan gaya liburanmu. Mulai dari homestay yang simpel hingga hotel dengan fasilitas lengkap untuk keluarga, semuanya bisa jadi tempat yang nyaman untuk recharge energi sebelum melanjutkan petualangan berikutnya!


Palette Resort Argya Santi Jimbaran


Palette near Legian Beach formerly Argya Santi Suites And Villas

Jadi, saat kamu menyusun itinerary ke Bali, pastikan Pantai Kelingking ada di dalamnya. Dan untuk perjalanan yang lebih praktis, jangan lupa cek berbagai pilihan properti menarik dan booking langsung lewat aplikasi OYO sekarang juga!
Please go back to portrait mode for the best experience
Comments are closed here.