Budaya di Kalimantan selalu punya akar yang kuat pada alam. Dari hutan hujan tropis hingga wilayah pesisir yang luas, kehidupan masyarakatnya berjalan seiring dengan ritme alam yang terus berubah. Di kawasan pesisir, laut bukan hanya menjadi sumber penghidupan, tapi juga ruang yang dihormati dan dijaga secara spiritual. Karena itu, kamu akan menemukan berbagai tradisi kelautan yang masih hidup hingga sekarang. Salah satunya adalah Mappanretasi, sebuah ritual yang tidak hanya unik, tapi juga menyimpan makna yang dalam tentang hubungan manusia dan laut.
Mappanretasi, atau yang juga dikenal sebagai Mappanre Ri Tasi’e, secara harfiah berarti memberi makan laut. Tradisi ini berasal dari masyarakat Bugis yang tersebar di pesisir Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur. Diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19, sekitar tahun 1850, ritual ini awalnya dilakukan secara sederhana oleh keluarga nelayan. Ada kisah yang cukup populer tentang seorang nelayan bernama Muhammad Saleh yang dipercaya pernah bertemu sosok misterius di laut. Dari pertemuan itu, ia membuat semacam perjanjian demi keselamatan dan hasil tangkapan yang baik. Dari sinilah tradisi memberi persembahan ke laut mulai dilakukan dan diwariskan secara turun-temurun. Seiring waktu, Mappanretasi berkembang menjadi tradisi komunal yang melibatkan seluruh masyarakat pesisir dan digelar setiap tahun, biasanya sekitar April saat pergantian musim angin laut.
Kalau kamu melihat Mappanretasi hanya dari luar, mungkin terlihat seperti ritual pelarungan biasa. Tapi sebenarnya, tradisi ini membawa filosofi yang jauh lebih dalam. Masyarakat pesisir menjadikannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang telah diberikan. Laut yang setiap hari mereka datangi untuk mencari nafkah dianggap sebagai anugerah yang perlu dihargai, bukan sekadar dimanfaatkan.
Di saat yang sama, Mappanretasi juga menjadi doa kolektif. Para nelayan memohon keselamatan saat melaut, berharap terhindar dari badai, gelombang besar, atau kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja. Ada kesadaran bahwa laut adalah ruang yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan manusia. Karena itu, menghormati alam menjadi bagian penting dari tradisi ini. Laut dipandang memiliki nilai spiritual dan dijaga oleh kekuatan yang harus dihormati.
Selain itu, ada dimensi sosial yang kuat di dalamnya. Mappanretasi menjadi momen berkumpulnya masyarakat, mempererat kebersamaan, dan menjaga identitas budaya Bugis di perantauan. Tradisi ini bukan hanya tentang hubungan manusia dengan alam, tapi juga hubungan antar manusia itu sendiri.
Saat Mappanretasi berlangsung, suasananya terasa hidup sekaligus khidmat. Semuanya dimulai dari persiapan sesajen yang dilakukan dengan penuh perhatian. Berbagai makanan seperti nasi ketan, ayam, buah-buahan, hingga hasil laut disiapkan sebagai simbol rezeki yang ingin disyukuri dan dibagikan kembali kepada laut.
Ritual ini dipimpin oleh tokoh adat yang disebut sandro. Perannya sangat penting dalam menjaga jalannya prosesi agar tetap sesuai dengan nilai-nilai tradisi. Biasanya, sandro perempuan bertugas menyiapkan sesajen, sementara sandro laki-laki memimpin prosesi pelarungan.
Setelah semua siap, sesajen akan dibawa menuju laut menggunakan perahu. Di momen ini, kamu akan melihat iring-iringan yang meriah dengan musik tradisional, tarian, dan antusiasme warga yang ikut mengantar. Puncaknya adalah saat sesajen dilarung ke laut. Di titik ini, makna memberi makan laut benar-benar diwujudkan secara simbolis.
Mappanretasi biasanya digelar setahun sekali, umumnya sekitar minggu ketiga atau keempat bulan April. Waktu ini dipilih karena bertepatan dengan pergantian musim angin laut, yang bagi masyarakat pesisir menjadi momen penting dalam siklus melaut. Kalau kamu ingin menyaksikan tradisi ini secara langsung, datang di periode tersebut akan memberi kamu pengalaman yang paling utuh.
Beberapa daerah bahkan mengemas Mappanretasi sebagai festival budaya. Selain prosesi utama, kamu juga bisa menikmati lomba perahu, pertunjukan seni, hingga bazar kuliner khas pesisir. Suasananya jadi lebih hidup dan terbuka untuk wisatawan, tanpa menghilangkan nilai sakralnya.
Seiring perkembangan waktu, Mappanretasi juga mengalami penyesuaian. Nilai-nilai yang ada di dalamnya mulai diselaraskan dengan ajaran agama, sehingga lebih dipahami sebagai bentuk doa dan syukuran, bukan pemujaan. Bahkan, penyebutannya sering menggunakan istilah Mappanre Ri Tasi’e untuk menghindari kesalahpahaman.
Hal ini penting karena Mappanretasi sering disalahartikan. Padahal, tradisi ini bukan sekadar membuang sesajen ke laut tanpa makna, dan juga bukan ritual mistis semata. Mappanretasi adalah warisan budaya maritim yang kompleks, yang menggabungkan nilai spiritual, sosial, dan juga kesadaran ekologis tentang pentingnya menjaga hubungan dengan alam.
Kalau kamu ingin merasakan pengalaman travel yang lebih dalam, Mappanretasi bisa jadi alasan yang tepat untuk menjelajahi Kalimantan Timur. Kamu tidak hanya datang untuk melihat tempat baru, tapi juga memahami cerita dan tradisi yang hidup di dalamnya.
Supaya perjalanan kamu semakin nyaman, kamu bisa merencanakan akomodasi bersama OYO. Pilihannya beragam, mulai dari hotel dengan sentuhan luxury seperti Collection O, konsep modern dari Townhouse Oak, hingga opsi yang lebih ramah di kantong tapi tetap nyaman untuk beristirahat.
• Hotel O Balikpapan near Siloam Hospital formerly Syafla Guest House
• Collection O Balikpapan Near Balikpapan Super Block Formerly City Inn Hotel
• Hotel O near Balikpapan International Airport formerly Barkah Guest House
Kamu bisa langsung cek dan booking melalui aplikasi OYO sekarang juga. Rencanakan perjalanan kamu, dan rasakan sendiri bagaimana tradisi seperti Mappanretasi bisa membuat pengalaman travel kamu jadi jauh lebih bermakna.
Setiap bulan Agustus, suasana di berbagai sudut Indonesia biasanya berubah menjadi lebih meriah. Bendera merah…
Kalau kamu sedang berada di Yogyakarta saat 17 Agustus, ada satu pengalaman yang rasanya sayang…
Bayangkan laut sebening kaca, penyu yang berenang bebas di antara terumbu karang, ikan warna-warni, hingga…
Sukabumi sering kali hanya dilewati sebagai jalur menuju destinasi lain di Jawa Barat. Padahal, kalau…
Ada banyak pantai di Gunungkidul, tapi tidak semuanya memberi pengalaman yang benar benar terasa berbeda…
Budaya Sumatera Barat selalu punya cara untuk bikin kamu penasaran. Dari kuatnya adat Minangkabau hingga…