Berau, Kalimantan Timur, punya banyak cara untuk membuat liburan terasa seperti masuk ke dunia lain. Selain pantai dan laut Kepulauan Derawan, ada pengalaman unik di Pulau Kakaban, tempat kamu bisa berenang di antara ubur-ubur tanpa sengat di sebuah danau yang terbentuk dari air laut yang terperangkap selama ribuan tahun.
Bayangkan kamu masuk ke sebuah danau yang terlihat tenang. Beberapa detik kemudian, ratusan ubur-ubur mulai muncul di sekelilingmu.
Anehnya, kamu tidak merasa takut.
Tidak ada akuarium. Tidak ada pembatas kaca. Kamu benar-benar berenang di habitat alami mereka.
Inilah pengalaman yang membuat Danau Kakaban menjadi salah satu destinasi paling unik di Berau.
Danau Kakaban, Laut yang Terperangkap di Tengah Pulau
Dari luar, Pulau Kakaban mungkin terlihat seperti pulau tropis biasa. Namun, di tengahnya terdapat sebuah danau air payau yang terbentuk ketika air laut terperangkap di dalam pulau dan bercampur dengan air hujan serta air tanah.
Karena terisolasi dari laut terbuka dalam waktu yang sangat lama, ekosistem di dalamnya berkembang dengan karakter yang berbeda. Kondisi inilah yang membuat biota di Danau Kakaban mengalami adaptasi unik.
Setelah melewati kawasan hijau menuju danau, kamu akan tiba di tepian air yang tenang. Awalnya mungkin hanya terlihat permukaan air kehijauan. Namun, setelah mata terbiasa, kamu akan mulai melihat titik-titik kecil bergerak di bawah permukaan. Sekelompok ubur-ubur.
Kenapa Ubur-Ubur di Kakaban Tidak Menyengat?
Pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah, kalau ini ubur-ubur, kenapa kamu bisa berenang sedekat itu tanpa tersengat?
Jawabannya ada pada proses adaptasi. Ubur-ubur di Danau Kakaban hidup dalam ekosistem yang terisolasi dengan kondisi lingkungan dan tekanan predator yang berbeda dari laut terbuka. Dalam proses evolusi, kemampuan menyengat mereka menjadi sangat lemah terhadap manusia.
Jadi, istilah “ubur-ubur tanpa sengat” bukan berarti mereka sama sekali tidak memiliki sel penyengat. Sengatnya hanya tidak efektif seperti ubur-ubur laut pada umumnya.
Karena itu, pengalaman di Kakaban terasa seperti melihat hasil evolusi secara langsung di habitat alaminya.
Bagaimana Bisa Ada Ubur-Ubur di Dalam Danau?
Danau Kakaban bukan danau air tawar biasa. Perairannya merupakan ekosistem air asin atau payau yang terbentuk dari air laut yang terperangkap di dalam pulau, kemudian dipengaruhi oleh air hujan dan air tanah.
Isolasi inilah yang memungkinkan organisme laut tertentu tetap hidup dan beradaptasi di dalam danau. Jadi, meskipun kamu sedang berada di sebuah danau, makhluk yang berenang di sekitarmu tetap merupakan bagian dari ekosistem laut yang telah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Ubur-Ubunnya Bukan Cuma Satu Jenis
Danau Kakaban menjadi habitat beberapa jenis ubur-ubur, termasuk ubur-ubur emas atau Mastigias, ubur-ubur bulan atau Aurelia, ubur-ubur kotak kecil atau Tripedalia, serta ubur-ubur terbalik atau Cassiopea.
Salah satu yang paling menarik adalah Cassiopea. Berbeda dari gambaran ubur-ubur pada umumnya, hewan ini dapat ditemukan dalam posisi terbalik dengan bagian yang menyerupai tentakel menghadap ke atas. Posisi tersebut berkaitan dengan alga yang hidup bersimbiosis di dalam tubuhnya dan membutuhkan cahaya untuk fotosintesis.
Sementara itu, ubur-ubur emas menjadi salah satu pemandangan paling ikonik di danau. Saat terkena cahaya matahari, tubuhnya terlihat seperti titik-titik keemasan yang bergerak perlahan di dalam air.
Boleh Menyentuh Ubur-Ubur?
Meski tidak menyengat, bukan berarti kamu bebas menyentuh atau memegang ubur-ubur di Danau Kakaban. Aturan atraksi resmi meminta pengunjung berenang secara perlahan dan tidak mengusik ubur-ubur. Pengunjung juga tidak diperbolehkan membawa benda atau organisme dari luar masuk ke danau maupun membawa sesuatu dari dalam danau keluar.
Jadi, ketika seekor ubur-ubur berenang melewati tubuhmu, biarkan mereka bergerak sendiri.
Pengalaman terbaik di Kakaban bukan tentang seberapa dekat kamu bisa menyentuhnya, tetapi tentang berada di tengah ekosistem unik ini tanpa mengganggu penghuninya.
Bisa Diving di Danau Kakaban?
Kamu perlu membedakan diving di sekitar Pulau Kakaban dengan aktivitas di dalam danaunya.
Perairan sekitar Kakaban memang menjadi salah satu lokasi menarik untuk diving di Kepulauan Derawan, dengan kehidupan laut seperti barakuda dan hiu sirip putih.
Namun, untuk melihat ubur-ubur, aktivitasnya berbeda. Aturan resmi saat ini melarang penggunaan sepatu katak dan SCUBA diving di Danau Kakaban. Pengunjung dapat berenang secara perlahan melalui akses yang telah ditentukan.
Jadi, kamu tidak perlu perlengkapan diving lengkap untuk merasakan pengalaman ini.
Cukup masuk ke air, bergerak perlahan, dan biarkan ubur-ubur datang mengelilingimu.
Bagaimana Cara ke Danau Kakaban?
Kakaban merupakan bagian dari Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Salah satu aksesnya adalah melalui Bandara Kalimarau di Berau, kemudian perjalanan darat menuju Pelabuhan Tanjung Batu dan dilanjutkan dengan speedboat menuju kawasan kepulauan. Waktu perjalanan laut bergantung pada kondisi perjalanan dan tujuan pulau.
Setelah tiba di Kakaban, kamu masih perlu berjalan menuju area danau melalui jalur yang telah ditentukan. Perjalanan ini justru menjadi bagian dari petualangannya.
Begitu melihat permukaan danau dan ubur-ubur mulai terlihat, perjalanan panjang tadi terasa punya alasan tersendiri.
Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
Karena Danau Kakaban merupakan ekosistem yang sensitif, kamu perlu memperhatikan aturan sebelum masuk. Peralatan yang digunakan harus dalam kondisi bersih, sementara aturan resmi juga melarang penggunaan tabir surya atau anti-nyamuk sebelum masuk ke danau. Pengunjung juga diwajibkan masuk melalui dermaga utama.
Yang paling penting, siapkan diri untuk bergerak perlahan.
Tidak perlu mengejar ubur-ubur atau membuat gerakan besar di dalam air. Saat kamu berhenti terburu-buru, pengalaman Kakaban justru terasa semakin magis.
Kamu bisa mengapung sambil melihat cahaya matahari menembus permukaan air dan menyaksikan ubur-ubur bergerak perlahan di sekelilingmu.
Rasanya seperti menjadi bagian kecil dari sebuah ekosistem yang sudah hidup jauh sebelum kamu datang.
Rencanakan Perjalananmu ke Berau Bersama OYO
Danau Kakaban hanyalah salah satu alasan untuk menjelajahi Berau. Setelah berenang bersama ubur-ubur, kamu masih bisa melanjutkan perjalanan ke Derawan, Maratua, Sangalaki, dan berbagai destinasi bahari lainnya di Kalimantan Timur.
Karena perjalanan menuju destinasi seperti Kakaban membutuhkan waktu, memilih akomodasi yang nyaman juga penting agar kamu bisa beristirahat sebelum kembali menjelajah.
Rencanakan perjalanan kamu bersama OYO di Berau dan Kalimantan Timur. OYO menyediakan pilihan properti dari hotel dengan sentuhan luxury hingga akomodasi yang lebih sesuai dengan budget perjalananmu.
Untuk pilihan akomodasi di Kalimantan Timur, kamu bisa mengecek OYO 94775 Palm Cafe Inn, Hotel O near Balikpapan International Airport formerly Barkah Guest House, atau Collection O Balikpapan Near Balikpapan Super Block Formerly City Inn Hotel.
Sudah siap melihat dunia dari sisi yang berbeda?
Cek pilihan akomodasi OYO di aplikasi OYO sekarang juga dan mulai rencanakan petualanganmu ke Berau, Kalimantan Timur!
Bayangkan kamu datang ke tepi sebuah danau, lalu bukannya menemukan panggung biasa, kamu justru melihat…
Ada alasan kenapa Danau Kelimutu menjadi salah satu destinasi paling ikonik di Flores, Nusa Tenggara…
Bagansiapiapi dikenal sebagai salah satu pusat budaya Tionghoa di Riau. Salah satu tradisi paling ikonik…
Bali punya banyak alasan yang membuat wisatawan dari seluruh dunia terus kembali. Selain pantai dan…
Blitar mungkin belum menjadi destinasi pertama yang muncul saat membicarakan wisata Jawa Timur. Padahal, kota…
Nusa Tenggara Timur bukan hanya punya alam yang membuat siapa pun ingin segera mengemas koper.…