Select Country
Select Country

Hidden Gem di Malang! Kampoeng Heritage Kajoetangan dengan Rumah Kolonial Berusia Ratusan Tahun

Di tengah ramainya pusat kota Malang, ternyata masih ada sebuah kampung tua yang menyimpan cerita panjang sejak ratusan tahun lalu. Kampung tersebut adalah Kampoeng Heritage Kajoetangan, kawasan bersejarah yang menghadirkan suasana tempo dulu lewat deretan rumah tua, gang sempit, dan kisah masa kolonial yang masih terasa hingga sekarang.
Berjalan di kawasan ini seperti membuka halaman sejarah kota Malang. Setiap sudutnya menghadirkan jejak masa lalu yang masih hidup di tengah aktivitas masyarakat modern.

Kampung Bersejarah di Pusat Kota

Kampoeng Heritage Kajoetangan berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, tidak jauh dari pusat kota. Kawasan ini berada di sekitar Jalan Basuki Rahmat yang dulu dikenal sebagai Kajoetanganstraat pada masa kolonial Belanda.
Menariknya, kampung ini sudah ada sejak abad ke-13, menjadikannya salah satu kawasan tertua di Malang. Lokasinya yang strategis dengan akses dari beberapa jalan utama membuat Kayutangan sejak dulu menjadi area permukiman dan perdagangan yang cukup hidup.
Nama Kayutangan memiliki kisah unik. Salah satu teori menyebutkan bahwa dulu ada penunjuk arah berbentuk tangan yang terbuat dari kayu di sebuah persimpangan jalan menuju alun-alun kota. Karena bentuknya menyerupai tangan dan dibuat dari kayu, masyarakat kemudian menyebut kawasan tersebut sebagai Kayutangan.
Seiring waktu, nama ini tidak hanya menjadi nama jalan, tetapi juga identitas kawasan yang kini dikenal sebagai salah satu bagian penting dari sejarah kota Malang.

Kampung Heritage yang Diubah Menjadi Destinasi Wisata

Melihat potensi sejarahnya, pemerintah kota kemudian mengembangkan kawasan ini sebagai kampung wisata bertema heritage. Pada 22 April 2018, Kampoeng Heritage Kajoetangan resmi dibuka sebagai destinasi wisata yang menampilkan perpaduan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Alih-alih mengubah total kawasan, konsep wisata di sini justru mempertahankan bentuk asli kampung. Rumah-rumah lama tetap dijaga, sementara cerita sejarahnya diperkenalkan kepada pengunjung melalui tur kampung dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Etmosfer era masa lampau yang menjadi daya tarik wisata (pariwisataindonesia.id)

Salah satu daya tarik utama Kajoetangan adalah keberadaan 23 rumah bersejarah yang masih terawat. Setiap bangunan memiliki kisahnya sendiri.
Ada Rumah Cerobong, bangunan dari era 1950-an yang memiliki cerobong dapur untuk proses memasak daging. Ada juga Rumah Jengki dari tahun 1960-an dengan desain atap asimetris yang khas.
Selain itu, terdapat Rumah Jamu yang dahulu digunakan sebagai tempat pengobatan tradisional, serta Rumah Namsin, bangunan dari awal 1900-an yang pernah dimiliki orang Belanda dan kemudian menjadi toko mesin jahit Singer.
Di kawasan ini juga terdapat rumah tertua yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1870, masih mempertahankan elemen arsitektur kolonial seperti pintu kayu besar dan ventilasi klasik.

Rumah 1870 di Kampoeng Heritage Kajoetangan (KOMPAS.com/Faqihah Muharroroh Itsnaini)

Selain rumah bersejarah, kawasan ini juga memiliki berbagai situs lama seperti makam tokoh lokal, langgar tua, hingga pasar tradisional. Salah satu sudut menarik adalah kawasan sungai kecil Kali Sukun yang dihiasi bangunan bergaya Eropa dan lampu klasik.

Suasana di Kampoeng Heritage Kajoetangan (KOMPAS.com/Faqihah Muharroroh Itsnaini)

Saat malam hari, lampu-lampu temaram membuat suasana kampung terasa semakin vintage. Tidak jarang ada pertunjukan seni jalanan yang menambah suasana hangat dan hidup.

Keunikan Kampoeng Heritage Kajoetangan membuatnya semakin populer sebagai destinasi wisata kota. Kawasan ini bahkan berhasil meraih penghargaan Pokdarwis Terbaik dalam Wonderful Indonesia Awards 2025 serta masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023.
Bagi banyak wisatawan, aktivitas paling seru di sini adalah menyusuri gang kampung sambil berburu kuliner tradisional dan menikmati suasana tempo dulu yang masih terasa kuat.

Jelajahi Malang Lebih Nyaman dengan OYO!

Menjelajahi Kampoeng Heritage Kajoetangan tentu akan lebih menyenangkan jika kamu punya waktu lebih lama untuk menikmati kota Malang. Selain kawasan heritage ini, Malang juga punya banyak destinasi menarik lain yang layak dijelajahi.
Agar perjalananmu lebih nyaman, kamu bisa memilih berbagai hotel yang tersedia di sekitar pusat kota Malang. Banyak pilihan akomodasi strategis yang cocok untuk liburan maupun perjalanan bisnis.

Townhouse Oak Malang
Townhouse Oak Malang near ITN Malang formerly Fariz Hotel Singosari, Malang Malang, Malang

Hotel O Embun Pagi Syariah Residence
Hotel O Embun Pagi Syariah Residence, Malang Kota, Malang

Kamu bisa menemukan berbagai pilihan hotel tersebut melalui aplikasi OYO. Tinggal pilih lokasi, sesuaikan dengan budget, dan kamu sudah siap menikmati pengalaman menjelajah Malang dengan lebih praktis. Yuk, eksplor lebih banyak properti menarik dan rencanakan perjalananmu sekarang juga melalui aplikasi OYO!

Comments are closed here.

Please rotate your device

Please go back to portrait mode for the best experience