Pekalongan kembali menorehkan prestasi yang membanggakan! Dua kuliner khasnya — Nasi Megono dan Lopis Krapyak — resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Penetapan ini bukan hanya pengakuan atas cita rasa, tetapi juga penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah yang melekat dalam setiap suapan hidangan tradisional ini.
Warisan Budaya Takbenda (WBTb) adalah segala bentuk praktik, ekspresi, pengetahuan, dan keterampilan — termasuk alat, benda, dan ruang budaya — yang diakui oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dan jati diri mereka. Berbeda dari warisan benda seperti bangunan atau candi, warisan takbenda bersifat hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Bentuknya bisa berupa tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual keagamaan, adat istiadat, pengetahuan kuliner, hingga kerajinan tradisional.
Dengan menetapkan Nasi Megono dan Lopis Krapyak sebagai Warisan Budaya Takbenda, pemerintah mengakui bahwa kedua kuliner ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga mewakili nilai budaya, sejarah, dan filosofi masyarakat Pekalongan yang layak dilestarikan.
(Nasi Megono-Sumber: Tribun Travel)
Nasi Megono adalah hidangan khas masyarakat Pekalongan yang sederhana namun sarat makna. Terbuat dari nasi hangat dengan topping cacahan nangka muda yang dimasak bersama kelapa parut dan bumbu rempah, Nasi Megono awalnya merupakan makanan rakyat pesisir yang disajikan untuk kebersamaan — baik saat panen, syukuran, maupun acara keluarga. Dalam bahasa Jawa, “megono” berasal dari kata “mergo ono” yang berarti “karena ada”. Filosofinya: makanan yang tercipta dari ketersediaan alam sekitar, mencerminkan semangat gotong royong dan kesederhanaan masyarakat Pekalongan. Kini, Nasi Megono mudah dijumpai di berbagai warung hingga restoran modern — tetap dengan cita rasa khas yang gurih, pedas, dan penuh rempah.
(Tradisi Syawalan Masyarakat Pekalongan-Sumber: Pemkot Pekalongan)
Sementara itu, Lopis Krapyak adalah simbol kemanisan dan persaudaraan. Terbuat dari ketan yang dimasak dengan daun pisang, disajikan dengan gula merah cair dan parutan kelapa, Lopis Krapyak menjadi hidangan khas saat Syawalan, tradisi masyarakat Pekalongan seminggu setelah Idul Fitri. Lopis raksasa Krapyak bahkan dibuat dengan ukuran besar dan dibagikan kepada warga secara gratis, menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun di Kampung Krapyak Kidul, dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unik setiap tahunnya.
(Kota Pekalongan-Sumber: Portal Brebes)
Selain kulinernya yang kaya, Pekalongan juga menyuguhkan pesona wisata yang tak kalah menarik. Dijuluki sebagai “World’s City of Batik” oleh UNESCO, kota ini memadukan keindahan budaya, alam, dan sejarah dalam satu paket lengkap. Beberapa destinasi yang wajib dikunjungi antara lain:
(Pantai Pasir Kencana-Sumber: Indonesia Senang)
(Museum Batik Pekalongan-Sumber: Visit Jateng)
Keindahan alam Pekalongan tidak hanya terletak di pantainya, tetapi juga di daerah perbukitan dan pegunungan seperti Petungkriyono, yang dikenal dengan hutan tropis alami, air terjun jernih, dan udara sejuk. Di sinilah wisatawan bisa merasakan sisi lain dari Pekalongan — tenang, alami, dan penuh harmoni.
Berikut Rekomendasi OYO di Pekalongan yang bisa jadi pilihan wisata kamu:
Collection O Kauman Near Stasiun Pekalongan (formerly Hotel Dian Candra) adalah akomodasi modern yang berlokasi strategis di pusat kota Pekalongan, hanya beberapa menit dari Stasiun Pekalongan dan kawasan batik legendaris Kauman. Hotel ini menawarkan kamar yang luas, bersih, dan nyaman dengan desain minimalis khas Collection O, dilengkapi fasilitas seperti AC, TV layar datar, area duduk, dan Wi-Fi gratis. Lokasinya yang dekat dengan pusat kuliner, Masjid Kauman, serta Museum Batik menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan bisnis maupun pelancong yang ingin menikmati keindahan budaya dan kuliner khas Pekalongan.
(Kamar di Collection O Kauman Near Stasiun Pekalongan Formerly HOTEL DIAN CANDRA)
Collection O Stasiun Pekalongan Near Stasiun Kereta Api (formerly Hotel Indah) merupakan pilihan penginapan nyaman di jantung kota Pekalongan, hanya beberapa langkah dari Stasiun Kereta Api Pekalongan. Hotel ini menghadirkan pengalaman menginap modern dengan kamar berdesain simpel dan elegan, lengkap dengan fasilitas seperti AC, TV layar datar, Wi-Fi gratis, serta area parkir yang luas. Berada di lokasi strategis dekat pusat perbelanjaan, kuliner, dan kawasan wisata batik, hotel ini cocok bagi wisatawan yang mencari kenyamanan sekaligus kemudahan akses transportasi selama menjelajahi pesona kota Pekalongan.
(kamar di Collection O Stasiun Pekalongan Near Stasiun Kereta Api Formerly Hotel Indah)
Penetapan Nasi Megono dan Lopis Krapyak sebagai Warisan Budaya Takbenda bukan hanya kebanggaan bagi warga Pekalongan, tetapi juga bagi Indonesia. Kuliner ini membuktikan bahwa di balik setiap hidangan tradisional, tersimpan sejarah panjang, nilai kebersamaan, dan cinta terhadap tanah air.
Jadi, saat berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa menikmati sepiring Nasi Megono hangat dan sepotong Lopis Krapyak yang manis — cita rasa budaya yang kini diakui dunia. Proses booking hotel jadi cepat dan praktis lewat aplikasi OYO. Kamu bisa menemukan hotel murah terdekat, membandingkan harga, dan memilih sesuai kebutuhan serta lokasi aktivitasmu. Mulai rencanakan liburanmu sekarang dengan memesan penginapan murah atau hotel terdekat dari lokasi kamu lewat aplikasi OYO. Dari hotel murah di seluruh Indonesia hingga resort mewah, semua ada di satu aplikasi praktis. Download aplikasinya sekarang, dan wujudkan petualangan tak terlupakan!
Masuk dunia kerja di 2025 rasanya bukan cuma soal skill dan CV. Ada satu “bahasa…
Tahun 2025 bakal dikenang sebagai tahun musik viral TikTok yang tak hanya muncul di FYP kita setiap hari… tapi…
Pergantian tahun selalu identik dengan resolusi, harapan baru, dan keinginan untuk memulai ulang. Tapi di…
Tahun 2026, diprediksi jadi tahun yang dinamis, cepat dan penuh pergerakan. Menurut astrologi Tionghia, energi…
Tahun 2025 adalah tahunnya rekap hidup.Spotify Wrapped merangkum lagu yang menemani hari-hari kita.Grab dan Gojek Spending Wrapped menunjukkan ke mana uang paling sering “pergi…
Pernah lihat foto atau video dengan caption, “ini bukan AI, ini beneran di Indonesia”? Di 2025, tren Studio Ghibli AI bikin banyak orang jatuh cinta pada visual alam yang lembut, hangat, dan terasa seperti dunia animasi. Tapi semakin banyak juga yang sadar satu hal penting: Indonesia sebenarnya sudah seperti dunia Ghibli—tanpa filter. Liburan akhir…