Indonesia bukan hanya kaya akan keindahan alam, tapi juga menyimpan lapisan sejarah yang panjang dan kompleks. Sejak berabad-abad lalu, wilayah Nusantara sudah menjadi pusat perdagangan dunia, terutama karena kekayaan rempah-rempahnya yang sangat diburu bangsa Eropa. Kedatangan kolonial seperti Belanda dan Inggris bukan hanya membawa perubahan dalam sistem perdagangan, tapi juga meninggalkan jejak fisik berupa benteng-benteng pertahanan yang dibangun di titik-titik strategis. Menariknya, bangunan yang dulu identik dengan kekuasaan, konflik, dan pengawasan ini kini bertransformasi menjadi destinasi wisata yang justru mengundang rasa ingin tahu. Saat kamu mengunjunginya hari ini, suasananya terasa jauh lebih tenang, bahkan estetik, tapi tetap menyimpan cerita yang kuat tentang masa lalu. Dari Jawa hingga Maluku, setiap benteng punya karakter, arsitektur, dan kisahnya sendiri yang membuat perjalanan kamu terasa lebih hidup dan bermakna.
Di tengah hiruk pikuk kota, Benteng Vredeburg berdiri sebagai saksi bisu hubungan kompleks antara Belanda dan Kesultanan Yogyakarta. Benteng ini awalnya dibangun bukan hanya sebagai pertahanan, tapi juga sebagai alat kontrol terhadap aktivitas Keraton yang berada tepat di seberangnya.
Sekarang, kamu bisa menjelajahi bagian dalam benteng yang telah diubah menjadi museum. Diorama yang ditampilkan cukup detail, menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Lokasinya berada di kawasan Malioboro, membuatnya sangat mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jam operasionalnya umumnya dari pagi hingga sore hari, dan tiket masuknya sangat terjangkau, bahkan cocok untuk wisata hemat.
Setelah puas menjelajahi kawasan ini, kamu bisa menikmati suasana malam Malioboro yang khas. Supaya pengalamanmu lebih lengkap, menginap di properti OYO di Yogyakarta bisa jadi pilihan yang praktis dan nyaman, apalagi lokasinya banyak yang strategis, seperti Collection O 3468 Ndalem Gusti Ayu, Collection O Jalan Malioboro Near Lempuyangan Station, atau Collection O Yogyakarta near Jalan Malioboro
Berpindah ke Sulawesi Selatan, Benteng Rotterdam menawarkan pengalaman sejarah yang berbeda. Benteng ini awalnya dibangun oleh Kerajaan Gowa sebelum akhirnya dikuasai Belanda dan dijadikan pusat pemerintahan kolonial.
Salah satu hal yang membuatnya unik adalah bentuknya yang menyerupai penyu, simbol filosofi masyarakat setempat. Di dalam kawasan benteng, kamu bisa menemukan museum yang menyimpan berbagai artefak sejarah, serta meriam, termasuk kisah pengasingan Pangeran Diponegoro. Lokasinya dekat dengan Pantai Losari, jadi kamu bisa sekaligus menikmati suasana laut setelah berkeliling.
Benteng ini biasanya buka setiap hari dengan tiket masuk yang cukup ramah di kantong. Untuk pengalaman yang lebih santai dan fleksibel selama di Makassar, kamu bisa mempertimbangkan menginap di hotel OYO Makassar yang tersebar di berbagai titik strategis kota, seperti Townhouse Oak near Losari Beach
Tidak banyak yang tahu kalau Bengkulu memiliki salah satu benteng terbesar peninggalan Inggris di Asia Tenggara, yaitu Benteng Marlborough. Benteng ini dibangun oleh British East India Company dan dirancang dengan struktur pertahanan yang sangat kuat.
Ketika kamu masuk ke dalamnya, kamu akan melihat parit besar yang mengelilingi benteng, serta bangunan utama yang kokoh dan simetris. Lokasinya menghadap langsung ke laut, menciptakan kombinasi antara wisata sejarah dan panorama alam yang menarik. Benteng ini umumnya buka dari pagi hingga sore hari, dengan tiket masuk yang cukup terjangkau.
Menjelajahi Bengkulu akan terasa lebih menyenangkan jika kamu punya waktu yang cukup. Menginap di properti OYO bisa membantu kamu menikmati kota ini dengan ritme yang lebih santai.
Di wilayah timur Indonesia, Benteng Oranje menjadi saksi penting bagaimana rempah-rempah pernah mengubah peta dunia. Benteng ini pernah menjadi pusat kekuasaan VOC di kawasan timur Indonesia, menjadikannya salah satu titik paling strategis pada masanya.
Letaknya yang berada di pusat kota membuatnya mudah diakses. Kamu bisa mengunjunginya kapan saja dalam jam operasional harian, dengan biaya masuk yang relatif murah. Meskipun beberapa bagian sudah mengalami perubahan, nuansa sejarahnya masih terasa kuat.
Supaya perjalananmu di Ternate lebih nyaman, memilih akomodasi OYO bisa jadi solusi praktis untuk beristirahat sekaligus menjelajahi kota.
Kalau kamu mencari destinasi yang tidak hanya bersejarah tapi juga sangat visual, Benteng Belgica adalah pilihan yang tepat. Benteng ini memiliki bentuk menyerupai bintang yang membuatnya terlihat unik dari atas maupun dari dalam. Dulunya, benteng ini digunakan untuk mengontrol perdagangan pala yang sangat bernilai tinggi. Sekarang, kamu bisa naik ke bagian atas benteng dan menikmati pemandangan laut Banda yang luas dan tenang. Jam kunjungan biasanya dari pagi hingga sore, dengan tiket yang tetap terjangkau.
Menghabiskan waktu lebih lama di Banda Neira akan memberikan pengalaman yang berbeda. Menginap di properti OYO bisa jadi pilihan untuk menikmati suasana pulau dengan lebih maksimal.
Berbeda dari benteng lainnya, Benteng Pendem menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Sesuai namanya, sebagian bangunan benteng ini berada di bawah tanah, menciptakan suasana yang unik dan sedikit misterius.
Benteng ini dibangun oleh Belanda sebagai pertahanan di pesisir selatan Jawa. Lokasinya yang dekat dengan Pantai Teluk Penyu membuat kamu bisa menggabungkan wisata sejarah dan wisata alam dalam satu perjalanan. Benteng ini biasanya buka dari pagi hingga sore, dengan harga tiket yang cukup ramah.
Untuk kamu yang ingin eksplor lebih lama, menginap di hotel OYO bisa membuat perjalanan jadi lebih nyaman tanpa harus terburu-buru.
Di Sumatera Barat, Benteng Fort de Kock menawarkan pengalaman wisata sejarah dengan bonus pemandangan kota yang indah. Benteng ini dibangun pada masa Perang Padri dan berada di lokasi yang cukup tinggi. Kini, kawasan benteng terhubung dengan Jam Gadang melalui jembatan yang ikonik. Kamu bisa berjalan santai sambil menikmati udara sejuk khas Bukittinggi. Jam operasionalnya umumnya setiap hari dengan tiket masuk yang terjangkau.
Agar pengalamanmu semakin maksimal, menginap di properti OYO bisa jadi pilihan tepat untuk menikmati kota ini lebih dalam.
Perjalanan ini ditutup dengan Benteng Duurstede yang sarat dengan kisah perjuangan. Benteng ini dikenal sebagai lokasi perlawanan Pattimura terhadap Belanda. Dengan lokasi yang langsung menghadap laut, suasananya terasa tenang sekaligus reflektif. Kamu bisa mengunjunginya setiap hari dengan biaya yang relatif terjangkau.
Menginap di hotel OYO selama berada di Maluku bisa membantu kamu menikmati perjalanan dengan lebih fleksibel dan nyaman.
Menjelajahi benteng kolonial di Indonesia memberi kamu pengalaman yang lebih dari sekadar liburan. Ini adalah perjalanan menyusuri waktu, memahami sejarah, dan melihat bagaimana masa lalu membentuk wajah kota-kota hari ini.
Untuk membuat perjalananmu semakin berkesan, memilih tempat menginap yang nyaman dan strategis tentu jadi hal penting. OYO hadir dengan berbagai pilihan properti yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu, baik untuk liburan santai, perjalanan bisnis, maupun sekadar mencari suasana baru lewat tren coolcation.
Yuk, rencanakan perjalanan berikutnya dan temukan pengalaman menginap yang sesuai dengan gaya kamu. Eksplor lebih banyak pilihan properti dan cek langsung di aplikasi OYO sekarang juga!
Merencanakan liburan keluarga selalu punya cerita sendiri. Di satu sisi, kamu ingin semua anggota keluarga,…
Ada kisah romantis dari mantan pemimpin negeri ini yang selalu terasa hangat ketika diingat. Di…
Cuaca yang terasa makin panas belakangan ini bukan cuma bikin aktivitas harian jadi kurang nyaman,…
Makassar selalu punya cara untuk bikin kamu jatuh hati sejak pertama kali menginjakkan kaki. Kota…
Kalau kamu mencari pengalaman budaya yang benar-benar autentik di Kalimantan, Festival Adat Lom Plai adalah…
Ada fase dalam hidup ketika kamu ingin pergi tanpa banyak kompromi. Tidak perlu menyamakan jadwal,…