Jika kamu ingin memahami bagaimana Islam pertama kali tumbuh dan diterima di Tanah Jawa, Gresik adalah destinasi yang tepat untuk memulainya. Kota ini sudah dikenal sebagai pelabuhan dagang internasional sejak berabad-abad lalu, menjadikannya titik temu berbagai bangsa, budaya, dan keyakinan. Melalui jalur perdagangan inilah ajaran Islam masuk secara perlahan, berkembang lewat interaksi sosial yang damai dan penuh toleransi. Gresik pun dikenal sebagai kota santri dan kota wali, tempat nilai-nilai Islam berakar kuat tanpa melepaskan identitas budaya lokal.
Sejarah Islam di Gresik tidak bisa dilepaskan dari sosok Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim. Beliau dikenal sebagai ulama yang memperkenalkan Islam dengan pendekatan kemanusiaan, mulai dari membantu masyarakat bertani hingga membangun tatanan sosial yang lebih adil.
Makam Sunan Gresik yang berada di Desa Gapurosukolilo menjadi salah satu destinasi ziarah utama di Jawa Timur dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya yang dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia. Saat kamu berkunjung ke sini, suasana khusyuk dan tenang akan langsung terasa, seolah mengajakmu menelusuri kembali masa awal Islam berkembang dengan penuh kesederhanaan dan kebijaksanaan.
Selain Sunan Gresik, Gresik juga menjadi tempat peristirahatan Sunan Giri, salah satu wali yang berperan besar dalam pendidikan dan penyebaran Islam di Nusantara. Sunan Giri atau Raden Paku salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Makam Sunan Giri terletak di kawasan perbukitan dan menawarkan panorama kota Gresik dari ketinggian. Perjalanan menuju lokasi ini sekaligus menjadi pengalaman reflektif, di mana kamu bisa merasakan perpaduan wisata religi dan wisata alam dalam satu kunjungan.
Tak jauh dari pusat kota, kamu bisa menemukan Masjid Jami Gresik, masjid tua yang menjadi saksi perkembangan Islam di wilayah ini. Arsitekturnya mencerminkan perpaduan budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa, memperlihatkan bagaimana Gresik sejak lama menjadi kota yang terbuka terhadap perbedaan. Di sekitar kawasan ini, suasana kota lama Gresik masih terasa kuat, lengkap dengan aktivitas masyarakat, pasar tradisional, dan kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan.
Sebagai bagian penting dari perjalanan Wali Songo, Gresik menyimpan banyak bukti akulturasi budaya yang masih bisa kamu lihat hingga hari ini. Islam tidak hadir dengan menghapus tradisi lokal, melainkan menyatu dan membentuk identitas baru masyarakat pesisir Jawa. Inilah yang membuat wisata religi di Gresik terasa unik, karena kamu tidak hanya datang untuk berziarah, tetapi juga belajar tentang nilai toleransi dan harmoni yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu.
Menelusuri jejak Wali Songo di Gresik bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang pengalaman batin. Di setiap makam, masjid, dan sudut kota, kamu akan menemukan cerita tentang dakwah yang santun, pendidikan, dan kepedulian sosial. Gresik mengajak kamu untuk berwisata dengan tempo yang lebih pelan, memberi ruang untuk refleksi sekaligus memperkaya wawasan tentang akar Islam Nusantara.
Menariknya, perjalanan ke Gresik tidak hanya soal ziarah. Kamu juga bisa mengunjungi Pantai Delegan yang menawarkan suasana santai setelah berkeliling situs religi. Bagi kamu yang menyukai wisata alam, kawasan Bukit Jamur Bungah menyuguhkan pemandangan unik berupa batuan kapur berbentuk jamur yang jarang ditemukan di tempat lain. Perpaduan wisata religi, sejarah, dan alam inilah yang membuat Gresik cocok dijelajahi lebih dari satu hari.
Agar perjalananmu semakin berkesan, memilih tempat menginap yang nyaman dan strategis tentu menjadi hal penting. Di sekitar kawasan wisata religi dan pusat kota Gresik, tersedia berbagai pilihan akomodasi dari OYO yang praktis untuk kamu yang ingin menjelajah tanpa repot. Dengan lokasi yang mudah dijangkau dan fasilitas yang mendukung, kamu bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan eksplorasi ke destinasi lain, baik di Gresik maupun kota sekitarnya. Yuk, temukan hotel yang sesuai dengan kebutuhanmu dan eksplor lebih banyak properti menarik dengan langsung mengeceknya di aplikasi OYO sekarang juga!
Menjelang waktu berbuka puasa, ngabuburit kerap identik dengan aktivitas santai untuk mengisi sore hari sambil…
Sebagai ibu kota Sumatera Utara, Medan dikenal sebagai kota multikultural dengan pengaruh Melayu, Batak, Tionghoa,…
Memasuki bulan Ramadhan, sahur bukan sekadar waktu makan sebelum fajar. Di banyak daerah Indonesia, sahur…
Imlek bukan cuma soal pergantian tahun dalam kalender Tionghoa. Di Indonesia, perayaan Imlek selalu jadi…
Kalau kamu suka wisata sejarah yang terasa hidup, Pecinan tertua di Indonesia wajib masuk daftar…
Kalau kamu sedang mencari kawasan wisata yang lengkap dalam satu area, mulai dari kuliner, belanja,…