What To Do

5 Hal yang Dapat Dilakukan Seharian di Lombok

Lombok rasanya sudah menjadi tempat wisata cadangan untuk kamu yang sudah jengah dengan ramainya Bali. Terlebih lagi, bila kamu berasal dari pulau Jawa, wajib hukumnya untuk melakukan eksplorasi sedikit lebih ke Timur dari pulau dewata tersebut. Lokasi pulau Lombok tidak terlalu jauh dari Bali sehingga kamu bisa menempatkan Lombok sebagai destinasi tambahan saat berlibur ke Bali. Jarak Lombok dan Bali tidak begitu jauh, hanya sekitar 4 jam perjalanan laut. Menyeberang dari pelabuhan Padang Bai Bali menuju ke Pelabuhan Lembar Lombok.

Nah, eksplorasi beberapa tempat wisata di Lombok bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu saat liburan atau weekend. Saya sebutkan di bawah ini sebaiknya ditempuh dengan kendaraan pribadi. Selain lebih fleksibel, di pulau yang menjadi ibukota NTB ini juga sangat jarang sekali kendaraan umum. Kamu bisa membawa kendaraan yang disewa di Bali. Tentunya dengan menyampaikan kepada tempat persewaan dahulu, bahwa kendaraan tersebut akan dibawa ke Lombok.

Berkunjung ke Desa Sade

Desa Sade adalah desa adat Lombok yang masih mempertahankan kemurnian adatnya. Desa ini masih mempertahankan prinsip hidup yang dibangun oleh kerajaan Pejanggik. Mulai dari cara bersosialisasi hingga bertahan hidup masih mereka pegang teguh sehingga melahirkan keunikan-keunikan yang justru instagramable di era kiwari. Salah satu keunikan tersebut adalah bentuk rumahnya yang khas.

Penduduk Sade yang berisi kurang lebih seratus kepala keluarga ini memanfaatkan alam sebagai bahan bangunannya. Atapnya dari ijuk yang dirancang sedemikian rupa dengan tulang bambu, lantainya berasal dari tanah liat yang setiap seminggu dua kali dipel dengan kotoran kerbau, dan peletakan rumah yang menyerupai lorong-lorong sempit ibu kota.

Beberapa hal di atas dapat kamu jadikan patokan untuk ke desa Sade. Masuk ke kawasan ini tidak dipungut biaya alias gratis, hanya saja diwajibkan untuk membayar uang parkir kendaraan. Selain objek foto rumah yang instagramable, di desa ini juga ada masjid, tempat berkumpul, dan pusat oleh-oleh. Ketiga tempat ini tetap dengan konsep Sade, khas dengan genteng terbuat dari alang-alang. Untuk tempat membeli souvenir biasanya ada ibu-ibu yang menenun sembari menunggu pembeli. Pemandangan yang menarik, bukan?

Bermain Air di Kuta

Setelah puas berburu foto adat di desa Sade, kamu bisa melipir tipis ke Kuta. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya satu jam perjalanan dengan berkendara normal. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan pemandangan dengan jalan berkelok. Jika anda menemukan papan jalan selamat datang di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tandanya anda sudah dekat dengan pantai yang bernama sama dengan pantai di Bali ini.

Setelah memasuki KEK Mandalika, kamu akan menemukan jalanan datar dengan proyek pembangunan. Asal tahu saja, proyek ini merupakan proyek pembangunan sirkuit MotoGP yang kemarin sempat ramai diperbincangkan. Rencananya di kawasan ini akan diramaikan hingga skala internasional. Mungkin saat ini juga sudah bisa disebut kawasan internasional karena banyaknya bule berseliweran.

Jika sudah melewati jalan berdebu, ikuti petunjuk jalan menuju pantai Kuta. Pantai satu ini memiliki karakter ombak yang tidak begitu besar. Lokasinya yang berada di teluk membuatnya cocok bagi kamu yang ingin bermain air bersama anak dan keluarga. Malas bermain air? Tenang, kamu juga masih bisa menikmati panorama pantai dari pinggiran kok.

Menikmati wisatawan yang berlalu-lalang sembari minum es kelapa atau melihat turis yang asyik bermain surfing agaknya juga tidak terlalu buruk. Selain itu di pinggiran pantai juga ada beberapa spot yang terbilang sangat nyaman untuk digunakan menghabiskan waktu. Ada beberapa ayunan dan tempat duduk santai untuk menunggu teman jalan atau sanak keluarga yang ingin menghabiskan waktu mandi air laut. Dengan pasir putihnya rasanya sangat mustahil untuk tidak bisa menikmati liburan di Pantai Kuta ini.

Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Aan

Tidak jauh dari Pantai Kuta, kamu bisa menikmati keindahan pantai yang tidak kalah bagusnya, yaitu Pantai Tanjung Aan. Pantai ini memiliki dua macam warna pasir, di mana satu wilayah memiliki pasir seperti merica, satu lagi memiliki pasir putih seperti tepung. Di tepi pantai, kamu bisa menemukan biduk-biduk yang terparkir di pinggir laut dan pondok bambu sebagai tempat untuk bersantai sambil berlindung dari sengatan matahari. Selain itu, kamu juga bisa mengabadikan momen dengan berfoto di ayunan yang berada di bibir pantai. 

Menikmati Sunset di Bukit Merese

Jangan terlalu capek di Kuta jika kamu ingin menikmati matahari terbenam di bukit Merese. Pasalnya kamu harus menuju pantai Tanjung Aan dan berjalan sekitar 30 menit ke atas. Pemandangan yang disajikan agaknya sangat patut diperjuangkan dengan berjalan kaki. Kombinasi bukit dengan rumput hijau dan background pantai mampu melepas penat saat perjalanan.Jika kamu tidak ingin ketinggalan momen, usahakan untuk tiba di sini sekitar jam setengah 5.

Tidak sedikit wisatawan yang berkunjung saat weekday maupun weekend sehingga kalau telat sedikit akan membuatmu kesulitan mencari spot yang pas untuk menikmatinya. Kurangnya akomodasi penerangan dan juga jalan biasanya cenderung membuat para wisatawan akan langsung turun saat matahari terbenam. Sedikit catatan penting, usahakan memiliki alat penerangan dan tidak berjalan sendirian saat turun karena terjalnya jalan akan sangat berbahaya jika dilalui sendiri.

Menyantap Ayam Taliwang yang Lezat

Ayam Taliwang adalah ayam bakar khas Lombok yang wajib kamu nikmati. Sebaiknya setelah menikmati sunset kamu langsung saja ke pusat kota di Mataram karena mencari Ayam Taliwang di daerah Lombok Tengah akan sangat susah. Selain warungnya kurang beragam, biasanya warung-warung di daerah Lombok Tengah menjual makanan ke wisatawan dengan harga yang relatif mahal.

Cobalah untuk menikmati kelezatan ayam taliwang di daerah Jl. Pejanggik di pusat kota Mataram. Di sepanjang jalan tersebut lumayan banyak ditemukan warung makan yang menjual ayam taliwang. Ayam kampung muda yang dibakar tersebut bisa kamu nikmati dengan harga yang pas di kantong, yaitu berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000. Dengan bumbu taliwang, ayam kampung muda ini menjadi manis dan sedikit pedas. Level kepedasannya pun dapat dipesan sesuai keinginan lidah kamu. Santaplah ayam dengan nasi hangat lengkap dengan es teh. Dijamin, semakin maknyos

Bermalam di Mataram

Setelah puas jalan-jalan dan perut sudah kenyang, pastinya kamu ingin segera beristirahat di tempat yang nyaman. Sedikit saran, pilihlah hotel yang tidak terlalu jauh dari kota Mataram karena akan terasa sangat melelahkan setelah seharian menjelajahi pulau Lombok. Tidak memungkinkan juga untuk langsung melanjutkan perjalanan pulang ke pelabuhan Lembar. Di Mataram, ada beberapa pilihan hotel yang bisa kamu pilih. Pilihlah hotel yang sesuai dengan bujetmu, supaya isi kantong nggak kering setelah liburan. Selain itu, pilihlah hotel yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu. Bacalah deskripsi setiap hotel untuk membantumu menemukan hotel yang paling tepat untuk menginap selama berlibur di Lombok. 

Jadi, sudah siapkah kamu berlibur ke Lombok?

Artikel kiriman: Pungkas Nurrohman

Ingin liburan murah dan nyaman? Tentunya itu impian semua orang. Untuk mewujudkannya, buruan download aplikasi OYO Hotels di sini dan dapatkan promo dan diskon setiap hari. Asik kan?

OYO

Recent Posts

Jargon Corporate Gen Z Wajib Tahu! Istilah Viral Dunia Kerja 2025 Biar Tahun Depan Lebih Slay!

Masuk dunia kerja di 2025 rasanya bukan cuma soal skill dan CV. Ada satu “bahasa…

2 weeks ago

Lagu Viral di TikTok Sepanjang Tahun 2025: Muncul Melulu di FYP. Ajak Sahabat untuk Rayakan dan Nostalgia Joget TikTok 2025 di OYO

Tahun 2025 bakal dikenang sebagai tahun musik viral TikTok yang tak hanya muncul di FYP kita setiap hari… tapi…

2 weeks ago

Tahun Baru di Berbagai Negara: Tradisi Unik, Makna Budaya, dan Cara Mengucapkannya, Plus Versi Paling Relate buat Keluarga, Bos, & Mantan

Pergantian tahun selalu identik dengan resolusi, harapan baru, dan keinginan untuk memulai ulang. Tapi di…

3 weeks ago

Shio Kuda di 2026: Energi Baru, Jalan Terus, dan Tren Wisata yang Bakal Naik Daun

Tahun 2026, diprediksi jadi tahun yang dinamis, cepat dan penuh pergerakan. Menurut astrologi Tionghia, energi…

3 weeks ago

Dari Spotify Wrapped sampai Gojek Spending Wrapped: Ini Destinasi Viral TikTok 2025 yang Paling Banyak Dikunjungi

Tahun 2025 adalah tahunnya rekap hidup.Spotify Wrapped merangkum lagu yang menemani hari-hari kita.Grab dan Gojek Spending Wrapped menunjukkan ke mana uang paling sering “pergi…

3 weeks ago

Liburan Akhir Tahun 2025: Destinasi di Indonesia yang Terlihat Seperti Dunia Studio Ghibli

Pernah lihat foto atau video dengan caption, “ini bukan AI, ini beneran di Indonesia”? Di 2025, tren Studio Ghibli AI bikin banyak orang jatuh cinta pada visual alam yang lembut, hangat, dan terasa seperti dunia animasi. Tapi semakin banyak juga yang sadar satu hal penting:  Indonesia sebenarnya sudah seperti dunia Ghibli—tanpa filter.  Liburan akhir…

4 weeks ago